Tampilkan postingan dengan label Berita Pondok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Pondok. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 April 2013

Penerimaan Santri baru SMP dan SMA 2013/2014 Pesantren modern Al-falah Abu lam-u

Pesantren modern Al-falah Abu lam-u. pesantren modern yang terletak di lamjampok kec. Ingin jaya Kab. Aceh besar. tahun 2013/2014 ini kembali membuka pendaftaran untuk jenjang SMP maupun SMA. 

untuk info lebih lengkapnya bisa di lihat di browsur: 

Browsur perimaan Santri baru.

Kami para Alumni SMPS Islam Al-falah Abu lam-u merasa sangat berentung bisa belajar di Pesantren modern Al-falah Abu lam-u. pesantren yang mendidik dengan sepenuh hati, menajarkan kita arti hidup yang sesungguhnya, mendewasankan kita dari kekanak-kanakan, juga memandirikan kita. kami sangat amat sadar bahwasanya sangat banyak ilmu yang kami dapatkan ketika kami belajar di pesantren modren alfalah abu lam-u.
Jadi harapan kami mungkin kalian bisa menjadi penerus kami, orang orang yang akan membesarkan nama pesantren modern Al-falah Abu lam-u.

Jumat, 02 November 2012

Santri mengikuti latihan dasar menulis


Sebanyak 20 santri (perempuan dan laki) mengikuti latihan dasar menulis mulai hari ini (6/1) sampai Jum’at (8/1). Ada 13 santri perempuan dan 7 santri laki-laki, dengan usia rata-rata 15 - 17 Tahun.
Peserta (santri) sedang berdiskusi dengan fasilitator utama, Aryos Nivada soal proses belajar
Peserta (santri) sedang berdiskusi dengan fasilitator utama, Aryos Nivada soal proses belajar
Fasilitator utama, Aryos Nivada dan saya (asisten) hanya bertugas melancarkan jalannya proses latihan. Selebihnya, pendalaman materi terkait apa itu menulis, jenis atau bentuk tulisan, syarat-syarat tulisan, dan termasuk tip menulis hanya diberikan sebagai bahan bacaan dan bukan bahan bahasan utama. Semua orang mampu dan bisa menulis minimal bisa dipelajari bagaimana orang menulis.
Peserta diajak bermain sekaligus melatih memaksimalkan fungsi-fungsi diri terkait dengan berpikir dan menulis
Peserta diajak bermain sekaligus melatih memaksimalkan fungsi-fungsi diri terkait dengan berpikir dan menulis
Pelatihan tiga hari ini lebih untuk mengenali, memetakan, dan menggunakan semua potensi yang ada pada diri peserta dan membantu mereka menemukan cara memanfaatkan semua energi yang ada dalam diri dalam menulis dan juga dalam tulisan itu sendiri. Tak ada metode khusus untuk menemukan energi dalam setiap diri karena masing-masing diri sudah disiapkan metode secara unik. Fasilitator hanya memantu peserta untuk merasakan keberadaan  titik-titik potensi pada diri mereka untuk selanjutnya didayagunakan sesuai dengan kemampuan saat itu.
Peserta sedang mendengar penjelasan teman kelompok tentang pengalaman diri terkait menulis dan cara-cara mengatasinya. Ada 4 kelompok dengan nama kelompok Space, Revolusi, Pangeran, dan Al-Falah (kemenangan)
Peserta sedang mendengar penjelasan teman kelompok tentang pengalaman diri terkait menulis dan cara-cara mengatasinya. Ada 4 kelompok dengan nama kelompok Space, Revolusi, Pangeran, dan Al-Falah (kemenangan)
Hari pertama (hari ini 6/1) peserta diajak untuk mengenali diri dan dengan kemampuan masing-masing mengeksplorasi potensi dasar kepenulisan yang sudah ada dalam diri sejak hari pertama bisa membaca dan menulis. Selebinya, peserta diajak untuk berada dalam suasana menyenangkan lewat permainan-permainan yang sekaligus dapat merangsang urat saraf berpikir untuk berkerja dan menemukan cara yang pas untuk menulis.
Jubir Kelp Pangeran, Rian Purnama sedang menjelaskan kendala dalam menulis dan cara mengatasinya berdasarkan pengalaman mereka (kelompok) sendiri
Jubir Kelp Pangeran, Rian Purnama sedang menjelaskan kendala dalam menulis dan cara mengatasinya berdasarkan pengalaman mereka (kelompok) sendiri
Saling tukar pendapat dalam diskusi bebas berkelompok tanpa arahan diutamakan agar sejak hari pertama berniat menjadi penulis sudah merasakan sakit, minder, marah jika pendapat tidak di dengar, diperhatikan, di dukung, dan dipuji. Besok (7/1) peserta diajak untuk mencoba menjadi diri yang bisa menangkap pesan dasar dari kerumitan tulisan yang ada tanpa perlu marah. Tapi ini tetap bukan alternatif yang wajib dipilih melainkan hanya sebatas pengenalan. Pilihan bebas ada pada setiap diri.
Salah satu hasil kerja diskusi kelompok Space dengan juru bicaranya Amelya
Salah satu hasil kerja diskusi kelompok Space dengan juru bicaranya Amelya
Hari ketiga (8/1) peserta akan diajak untuk mengenali lingkungan sekitarnya untuk menangkap makna-makna dari informasi yang dilihat, di dengar, dan diresapi untuk kemudian menuangkannya dalam bentuk ekspresi tulisan. Dari tulisan pertama usai dua hari pelatihan akan diajak untuk mengenali karakter awal diri yang bisa untuk dikembangkan terus, diubah, atau ditinggalkan dan kemudian menemukan energi positif lain guna menemukan karakter yang diinginkan.
Tempat Pelatihan Menulis, Pasantren Abu Lam U, Lamjampok, Ingin Jaya, Aceh Besar. 10-12 KM dari kota Banda Aceh
Tempat Pelatihan Menulis, Pasantren Abu Lam U, Lamjampok, Ingin Jaya, Aceh Besar. 10-12 KM dari kota Banda Aceh
Pelatihan dasar yang lebih berupa penataan anatomi diri ini diharapkan bisa memudahkan peserta kala memutuskan diri untuk aktif dalam menulis. Selebihnya untuk belajar apa itu artikel, opini, esei, kolom, berita, features, cerpen, novel, penelitian dan lainnya termasuk teknis dan tip-tipnya cukup melangkahkan kaki saja plus sedikit bertanya.
Lambaian tangan santri (peserta) kepada kompasianers setelah diperkenalkan media kompasiana. Besok, media online kompasiana akan diperkenalkan lewat LCD untuk melihat ragam tulisan
Lambaian tangan santri (peserta) kepada kompasianers setelah diperkenalkan media kompasiana. Besok, media online kompasiana akan diperkenalkan lewat LCD untuk melihat ragam tulisan
Selebihnya? “Selamat ya, Anda penulis yang tulisannya saya kagumi, saya copas, dan saya jadikan rujukan hidup saya di hari tua ini dan juga cucu saya. Terimakasih saya sudah berkesempatan untuk berjabat tangan dengan Anda,” kata Risman kala bertemu dengan Amalya, yang hari ini menjadi peserta latihan menulis.


Selasa, 18 September 2012

Berlakukan Sistem Dua Bahasa


SMP Islam Al-Falah yang didirikan tahun 1992 oleh Drs Athailah Abu Lam U diharapkan mampu mencetak kader muda Islam yang cerdas. 

Kepala SMP Islam Al-Falah Dra Masyitah mengatakan,  sekolah berasrama (boarding school) dengan 253 murid saat ini diajarkan oleh 13 guru negeri
 dan 28 guru honor.

Sedangkan fasilitas pendukung lainnya, untuk bidang olahraga lumayan banyak. Ada lapangan sepakbola, basket (outra-putri), tenis meja, bulutangkis dan sepaktakraw. Sedangkan fasilitas laboratorium hingga saat ini tercatat tiga unit,  masing-masing lab bahasa, lab komputer, dan lab sains.

SMP Negeri Al-Falah didirikan oleh mantan Kakanwil Depdikbud dan Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Drs Athailah. Sedangkan sistem pengajarannya memberlakukan sistem dua bahasa, Inggris dan Arab.

Untuk pengajaran bahasa Inggris, jam yang disediakan sebanyak 6 jam per minggu. Sedangkan di sekolah-sekolah reguler lainnya, jam bahasa Inggrisnya hanya empat jam.

Sedangkan bahasa Arab, pengajarannya dilakukan dengan memberi waktu tambahan minimal 6 jam untuk siswa kelas satu. Sedangkan untuk siswa kelas II dan kelas III pelajaran bahasa Arabnya hanya sebanyak empat jam.



Cerpenis dari SMP Islam Al-Falah


Anis Merrya, siswa kelas III SMP Islam Al-Falah Lamjampok, Aceh Besar,  dikenal sebagai cerpenis di sekolahnya. Lewat sejumlah karyanya, dara kelahiran Cot Punti, Aceh Jaya ini telah berhasil mengumpulkan sejumlah penghargaan.

Putri kedua dari empat bersaudara ini telah memenangkan tujuh gelar juara. Dari tujuh gelar, lima di antaranya didapat dari hasil karya cerita pendek (cerpen), sedangkan dua penghargaan lainnya diperoleh lewat lomba cerdas cermat bahasa dan cerdas cermat islami.

Kecuali hobi membaca Quran, Anis Merrya  mengaku suka membaca novel-novel perjuangan dan islami. Beberapa di antaranya, Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi.

Dara yang bercita-cita menjadi pengacara itu kini juga tercatat sebagai pimpinan regu pramuka di sekolahnya. Sebagai siswa yang bersekolah di boarding school, Anis mengaku cukup lancar berbahasa Inggris dan Arab.

Lima cerita pendek yang telah mengantarnya hingga Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), masing-masing berjudul, “Izinkanku Memanggilmu Ayah”, “Seindah Warna Pelangi”, “Mata Hati Ibu”, dan “Pelita Dalam Sedihku.”

Namun, juara FLS2N tingkat Provinsi Aceh tahun 2012 ini gagal merebut juara pada lomba tingkat nasional  di Mataram. “Cerpen karya saya, mengisahkan tentang duka dan kesedihan pascatsunami, disebut-sebut masuk sepuluh besar. Tapi, kami tidak diberitahu, cerpen berjudul Pelita dalam sedihku berada di posisi  sepuluh besar,” katanya.

Sebagai juara Aceh, Anis mengaku akan terus menekuni dunia tulis menulis cerpen. “Saya berharap ke depan, cerpen-cerpen saya bisa menang di tingkat nasional,” kata dara yang ingin melanjutkan pendidikan ke Fakultas Hukum Unsyiah ini.